4 Jenis Polusi yang Berbahaya Bagi Lingkungan dan Kehidupan Manusia

Teramala.id-Disadari atau tidak, manusia telah hidup berdampingan dengan polusi. Lantaran keberadaan polusi berbahaya bagi kehidupan manusia dalam jangka panjang, pemerintah juga membuat aturan terkaitnya. Dalam Undang-Undang nomor 23 tahun 1997, polusi merupakan tercampurnya zat, energi, makhluk hidup dan atau komponen ke dalam suatu lingkungan. Akibatnya membuat kualitas lingkungan jadi menurun. polusi adalah pengotoran atau pencemaran tentang air, udara, dan sebagainya. Dari arti tersebut, polusi memiliki berbagai macam bentuk yaitu polusi udara, polusi air, polusi tanah, dan sebagainya. Berdasarkan undang-undang nomor 4 tahun 1982, pengertian polusi adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau adanya perubahan tatanan lingkungan akibat dari kegiatan manusia dan proses alam.

“Pengelolaan sampah yang tepat melibatkan pendekatan holistik dan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan lembaga terkait. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip ini, diharapkan dapat mencapai pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan melindungi lingkungan.” kata Nurudin yang merupakan Masyarakat setempat.

“Kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang tepat sangat penting. Pendidikan dan kampanye kesadaran dapat membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang praktik-praktik pengelolaan sampah yang baik. Ini dapat mencakup pengajaran tentang pemilahan sampah, pengurangan penggunaan plastik, dan mengadopsi gaya hidup berkelanjutan.” tambah Nurudin

Jenis polutan yang bisa berdampak pada kondisi kesehatan manusia merupakan polutan kimiawi. Karena berbentuk senyawa kimia dengan konsentrasi sangat tinggi yang bisa menimbulkan pencemaran. Contohnya, gas karbondioksida (CO2). Polusi terbagi menjadi empat jenis, di antaranya:

  1. Polusi Udara

Polusi udara biasanya terjadi karena adanya bentukan gas atau zat partikel yang beredar di udara. Contoh yang dapat menimbulkan polusi udara itu seperti, gas karbondioksida (CO2), karbon monoksida (CO), HzS (Gas beracun), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2). Polusi pada udara dapat terjadi karena ulah manusia atau alam, karena ada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti pembangunan infrastruktur, kegiatan industri, moda transportasi, dan sebagainya. Menurut IQAir (sebuah perusahaan teknologi kualitas udara Swiss) Indonesia berada di posisi ke 9 dari 106 negara, yang memiliki kualitas udara yang buruk.

2. Polusi Air

Polusi air terjadi karena adanya zat atau polutan yang masuk atau dibuang ke air. Contohnya, limbah cair industri, insektisida yang digunakan oleh para petani, Hg, CO, dan Zn. Selain itu, sampah-sampah plastik juga menjadi salah satunya. Air merupakan aspek penting di kehidupan. Ketika kualitas air turun atau rusak, ini akan sangat berdampak bagi kehidupan segala pihak. Dengan air yang tercemar, kondisi ini sangat berdampak bagi tubuh manusia. Karena manusia membutuhkan air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti untuk minum, masak, mandi, dan sebagainya.

3. Polusi Suara

Polusi suara biasanya terjadi karena adanya suara bising juga deru mesin kendaraan. Seperti mesin pabrik, mesin penebang pohon, selama pendengaran manusia merasa terganggu, maka kondisi itu termasuk polusi suara. Beberapa bentuk gangguan pendengaran akibat kebisingan meliputi Persepsi kenyaringan abnormal Tinnitus , yang menyebabkan telinga berdenging terus-menerus Paracusis, atau pendengaran yang terdistorsi

4. Polusi Tanah

Polusi tanah bisa terjadi karena adanya zat atau polutan yang menimbulkan tercemarnya tanah. Seperti sampah plastik, sampah karet, sampah botol, dan lain halnya yang dibuang sembarangan ke tanah. Dampak ini tentu dirasakan secara luas oleh makhluk hidup yang berada di lingkungan tersebut, baik manusia, hewan dan tumbuhan, antara lain:

  1. Tanah Tidak Subur – Menurunnya kualitas tanah akan menjadikannya tidak subur. Tanah yang tercemar tidak memiliki kandungan humus yang cukup bagi pertumbuhan tanaman, baik untuk keperluan pertanian, perkebunan dan tanaman lainnya
  2. Wabah Penyakit – Bagi manusia dan hewan, polusi tanah dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Misalnya kandungan timbal yang terlalu tinggi akan merusak otak, zat benzena dapat menyebabkan leukimia, dan zat merkuri yang dapat menyebabkan gangguan ginjal
  3. Merusak Ekosistem – Tanah merupakan penyusun ekosistem darat. Jika tanah tercemar, maka struktur rantai makanan yang ada pada ekosistem darat akan terganggu dan tidak lagi seimbang
  4. Erosi – Tanah yang tercemar akan mudah mengalami erosi, baik erosi karena angin dan air. Erosi tersebut disebabkan oleh ikatan struktur tanah yang tidak lagi kuat karena pepohonan pada tanah yang tercemar tidak memiliki sistem perakaran yang baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *