Bagaimana Proses Daur Ulang Sampah? Simak Langkah – Langkahnya

Dilansir situs Tim Koordinasi Nasional Penangan Sampah Laut, daur ulang adalah proses pembuatan barang bekas menjadi bahan baru. Jadi, barang-barang yang sudah tidak digunakan akan diproses ulang agar menjadi produk lain. Daur ulang merupakan proses untuk menghancurkan barang yang sudah tidak digunakan, untuk kemudian diolah lagi menjadi sesuatu yang baru dan memiliki manfaat, sehingga bisa kembali digunakan. Daur ulang juga disebut sebagai recycle.

Beberapa langkah perlu dilakukan untuk mendaur ulang sampah hingga dapat digunakan kembali. Prosesnya melibatkan pemisahan sampah, penyimpanan sementara dan mengirimkannya ke stasiun daur ulang. Berikut penjelasannya.


1. Pemisahan

Tahap pertama dalam proses daur ulang adalah pemisahan. Pada tahap ini, sampah harus dipisahkan menjadi sampah yang akan didaur ulang dan sampah yang akan dibuang.

2. Penyimpanan

Setelah dipisahkan, sampah dapat disimpan dalam sebuah kotak. Setiap tempat sampah harus berisi satu jenis sampah dan tidak boleh dicampur karena setiap jenis sampah memiliki proses daur ulang yang berbeda. Misalnya, kertas untuk kertas bekas, daun untuk daun, botol kaca untuk botol kaca, dll.

3. Kirim ke Recycle Bin

Sampah dapat langsung dibawa ke stasiun daur ulang terdekat atau diserahkan ke pemulung atau pengumpul sampah. Setelah itu, sampah akan dikirim ke tempat daur ulang.




Cara-cara pengolahan sampah organik adalah sebagai berikut.

  1. Mengumpulkan Sampah

Sampah yang bisa digunakan dan didaur ulang menjadi pupuk kompos adalah sampah organik. Kumpulkan sampah-sampah organik untuk dibuat menjadi kompos.

2. Proses Pencacahan

Setelah mengumpulkan sampah organik, lakukan proses pencacahan agar sampah organik tersebut menjadi lebih lembut. Buatlah sampah sayur organik menjadi berukuran 1 sampai dengan 2 cm.

3. Proses Pendiaman

Masukkan sampah-sampah itu ke dalam sebuah wadah. Agar bisa menjadi pupuk kompos, Anda harus mendiamkan sampah organik yang sudah dicacah. Tujuannya agar terjadi pembusukan. Proses pembusukan bisa dipercepat jika menggunakan larutan EM4 atau bisa juga menunggu sampah tersebut membusuk sendiri.

4. Tutup Rapat

Sampah organik harus didiamkan di tempat yang tertutup rapat dan kedap udara. Udara bisa membuat proses pembusukan tidak berjalan dengan sempurna.

5. Tunggu Sampai 2 Minggu

Diamkan pupuk tersebut selama dua minggu agar pembusukan sempurna. Selama dua minggu tersebut, aduk pupuk di dalam wadah selama tiga hari sekali. Selama dua minggu tersebut, akan dua jenis pupuk kompos yang dihasilkan yaitu padat dan cair.

Cara Daur Ulang Sampah Anorganik

Sampah anorganik adalah jenis sampah berasal dari benda tak hidup (anorganik), contohnya plastik, kardus, botol, kaleng, dan lain-lain. Berikut ini adalah cara-cara mendaur ulang sampah anorganik.

  1. Pengumpulan Sampah

Kumpulkan material atau plastik yang akan didaur ulang. Tujuannya untuk mempermudah proses pemisahan sampah nantinya.

2. Sortir

Setelah dikumpulkan, sampah plastik perlu disortir berdasarkan jenis-jenisnya (bahan pembuatan), warna, kandungan resin, atau bahkan cara pembuatannya. Proses ini menjadi salah satu bagian penting karena jenis sampah yang berbeda harus diproses dengan cara yang berbeda pula.

3. Pencucian

Pencucian bertujuan untuk menghilangkan sisa kotoran dan segala sesuatu yang menempel pada sampah. Contohnya sampah palstik di mana sebagian besar kemasan plastik memiliki label, perekat, atau bahkan sisa makanan yang tidak dapat didaur ulang.

4. Resizing

Sampah yang sudah di sortir dan dicuci, kemudian dipotong menjadi serpihan-serpihan kecil. Hal ini akan membantu memudahkan proses pembentukan dan menjadi kesempatan kembali untuk dibersihkan agar tidak tercampur dengan bahan non-plastik.

5. Pemilahan Plastik

Langkah selanjutnya adalah pemilahan. Pada saat pemilihan, serpihan-serpihan sampah diuji untuk menentukan kualitasnya sebelum digunakan kembali.

6. Penggabungan

Langkah terakhir adalah penggabungan, dimana serpihan-serpihan sampah plastik dihancurkan dan dilebur menjadi pelet. Kemudian, pelet plastik tersebut akan diolah kembali menjadi produk bermanfaat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *