Banjir Rob Melanda Pemukiman di Surabaya

Teramala.id Banjir rob, juga dikenal sebagai banjir pasang surut, adalah jenis banjir yang terjadi ketika pasang tinggi digabungkan dengan faktor-faktor lain seperti gelombang badai atau hujan deras, yang menyebabkan peningkatan permukaan air dan banjir di wilayah pesisir. Fenomena ini bisa sangat bermasalah di daerah dataran rendah dan muara sungai. Banjir rob disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Pasang Musim Semi: Ini adalah pasang tertinggi dan terendah yang terjadi selama fase bulan baru dan bulan purnama ketika gaya gravitasi bulan dan matahari sejajar.
  • Lonjakan Badai: Kondisi cuaca buruk seperti badai tropis atau angin topan dapat menyebabkan kenaikan permukaan laut karena angin kencang yang mendorong air ke arah pantai. Ketika dikombinasikan dengan air pasang, gelombang badai dapat mengakibatkan banjir pantai yang signifikan.
  • Perubahan Iklim: Naiknya permukaan air laut akibat perubahan iklim memperparah dampak banjir rob. Saat suhu global meningkat, lapisan es dan gletser mencair, berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut dan meningkatkan risiko banjir di wilayah pesisir.

Salah satunya perkampungan di Surabaya yaitu kampung Kalianak Timur yang sedang di landa banjir rob yang di sebabkan oleh pasang air laut yang tinggi akibat adanya fase bulan purnama. Tetapi aktivitas warga masih berjalan seperti biasanya di karenakan tinggi air masih setinggi lutut orang dewasa, Rabu (5/7/2023).

Sumber: Detik.com (Suasana kampung Kalianak Timur)

Dampak banjir pasang surut bisa parah, menyebabkan kerusakan harta benda, perpindahan penduduk, dan gangguan infrastruktur dan sistem transportasi. Ini juga dapat memiliki konsekuensi jangka panjang bagi ekosistem pesisir dan keanekaragaman hayati. Untuk mengurangi dampak banjir rob Pemerintah Daerah harus mengadakan pembangunan daerah pesisir seperti membangun tanggul laut, dan penahan banjir. Selain itu, sistem peringatan dini dan rencana evakuasi diterapkan untuk memastikan keselamatan penduduk di daerah berisiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *