Bayar Listrik Pakai Sampah, Emang Bisa?

Teramala.id-Tau kah anda bahwa membayar listrik, air dan, kebutuhan rumah tangga lainnya bisa di bayar menggunakan sampah? pada awal tahun 2009 di Jl. Sambiarum lor Surabaya sebagaian warganya mengumpulkan sampah yang notabenenya bisa di jual dan bisa di gunakan sebagai pot bunga atau sebagainya. Pada akhirnya dijual ke pelapak dan ada nilai penjualan, dan pada akhirnya warga sekitar mengumpulkan sampah plastik setiap Minggu. Dan selama mengumpulkan sampah plastik selama seminggu akhirnya mendapatkan uang dan dari dana tersebut di gunakan untuk membeli pot dan tanaman. Kegiatan tersebut selalu di lakukan rutin oleh warga Sambiarum.

            Dan pada tahun 2010 ada suatu kegiatan yang di ikuti oleh warga sambiarum yaitu kegiatan merdeka dari sampah, otomatis biaya dan lain-lainnya akan meningkat kemudian pada tahun 2009 sampai 2010 ada suatu pertanyaan dari warga mau sampai kapan ngumpulin sampah plastik cuman begitu- begitu saja. Dan pada tahun 2011 jalan sambiarum resmi membikin bank sampah, serta mengundang narasumber dari bank sampah induk yaitu bank sampah bina mandiri untuk dan menjelaskan kepada masyarakt sekitar.

Sumber : Istimewa

Pada akhirnya masyarakat setuju untuk membuat bank sampah. Dan di tahun 2011 itu lah benar- benar membikin bank sampah yang terstruktur dan yang pada tahun 2009 itu hanya sekedar sedekah sampah. Ada juga yang mengambil sampah tersebut plastik tersebut yang di mana memberikan harga untuk suatu sampah plastik entah itu botol, kaleng, beling dan sebagainya. Dan setelah resmi terbentuk bank sampah pin-pin akhirnya bekerja sama dan terintegrasi dengan bank samph induk Surabaya. Bank sampah pin-pin juga ada MOU dengan bank sampah induk Surabaya yang mana bank sampah pin-pin setor sampah plastiknya maka akan mendapatkan berupa pembelian pendampingan, pelatihan, pembinaan.

      Dan juga bank pin-pin di kenalkan dengan CSR PLN melalui bank sampah induk surabaya. Di tahun 2013 melalui bank sampah induk Surabaya akhirnya bank sampah pin-pin di pertemukan dengan PLN. Pada dasarnya bank sampah pin-pin sendiri berdiri untuk mengedukasi masyarakat yang di mana dengan kebiasaannya membuang sampah menjadi sampah itu menjadi tanggung jawabnya. Selain itu dari sampah juga memiliki nilai ekonominya tersendiri. Dari mengumpulkan sampah dan akhirnya mendapatkan saldo dan mempunyai jargon yaitu membayar tagihan dengan sampah, yang di mana masih bekerja sama dengan PLN dan ada namanya juga yaitu PPOB

(pembayaran online bank).

    Yang dimana bisa membantu bagi yang kurang mampu disitu mereka mempunyai daya listrik yang rendah yaitu sekitar 450 yang di mana pembayaran listrik tidak terlalu tinggi. Sehingga pada saat mengumpulkan sampah, rajib mengumpulkan sampah, akhirnya mereka mempunyai saldo yang banyak untuk membayar tagihan listrik. Jadi alasan tersebut lah untuk mengajak masyarakat untuk mengumpulkan sampah menjadikan keuntungan untuk mereka secara ekonomi. Akhirnya secara umum membawa lingkungan sekitarnya menjadi tidak ada sampah plastik dan juga mereduksi volume sampah yang kita buang ke TPA ujar Wahyu Oktorianto aktivis lingungan di jalan Sambiarum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *