Buangdisini : From Trash to Cash

Siapa Bilang Sampah Harus diolah Dulu Untuk Menghasilkan Uang?

Teramala.idIsu lingkungan saat ini masih menjadi isu yang sangat menarik untuk dibahas. Khususnya di Kota Malang yang memiliki julukan sebagai ‘Kota Pendidikan’ tentunya memiliki jumlah penduduk yang tidak sedikit. Dengan banyaknya penduduk di kota ini selaras dengan jumlah sampah yang di produksi setiap hari. Permasalahan ini tentu membutuhkan suatu inovasi agar masyarakat bisa peduli terhadap sampah. 

Sebuah inovasi dalam pengelolaan sampah di Kota Malang didirikan oleh sebuah startup yang bernama Buangdisini. Dikutip dari Laily Dara Nurahmawangi selaku humas dari Buangdisini menjelaskan bahwa, “Buangdisini adalah startup pengelolaan sampah yang berkomitmen untuk mengubah sampah menjadi komoditas yang bernilai. Sasaran kami adalah memberi pelanggan wawasan berbasis data yang memungkinkan operasi yang lebih efisien, efektif, dan berkelanjutan.” Tak hanya itu, Laily menambahkan “Di Buangdisini, kami berupaya memberikan kesempatan yang sama bagi semua pemangku kepentingan, termasuk pelaku sektor informal dan produsen, dengan menghubungkan mereka dengan platform kami” ujarnya.

Buangdisini juga merupakan startup berbasis aplikasi online yang bisa di unduh melalui iOS maupun android. Teknis penukaran sampahnya pun sungguh mudah, pengguna hanya perlu menginstal aplikasi Buangdisini di smartphone, kemudian melakukan penyetoran dengan memfoto sampah dan memasukkan estimasi berat sampah yang kemudian akan masuk ke database Buangdisini. Sampah yang telah difoto kemudian dapat disetorkan ke kantor Buangdisini langsung tanpa melalui pendataan lagi. Tidak hanya dengan aplikasi, pengguna  tentu bisa mendatangi Buangdisini secara langsung yang beralamat di Jl. Candi Kalasan No.2, RW.02, Blimbing, Kec. Blimbing Kota Malang, Jawa Timur 65142. Di sini, pengguna bisa langsung melakukan pendataan, menyetorkan sampahnya kemudian melakukan timbangan dan viola! Sampah yang pengguna setorkan sudah menjadi cuan melalui transfer bank maupun cash!

“Sampah yang ada di Buangdisini terdapat dua macam, yaitu sampah PET dan minyak jelantah” ujarnya. Dimana sampah PET berubah menjadi press-bales dan plastic flakes untuk distribusi kepada perusahaan yang membutuhkan bahan baku plastik. Sementara minyak jelantah menjadi komoditas ekspor biodiesel.

sumber/buangdisini

Seperti halnya Naufal (21), pengguna Buangdisini yang antusias dalam menukarkan sampah plastiknya di Buangdisni. “Awalnya kurang minat, karena kalau ditukar dengan uang pasti prosesnya ribet. Tapi setelah mencoba dengan teman, teknis penukarannya gampang.” Ujarnya. Mengutip dari Naufal bahwa dengan adanya Buangdisini, ia jadi lebih memperhatikan sampah di rumahnya dan tumbuh menjadi peduli pada lingkungan. “Dari memilah sampah itu saya jadi lebih aware sama lingkungan, karena sampah di sekitaran rumah saya aja udah banyak banget, apalagi kalau satu wilayah bahkan satu negara” tuturnya.

Melalui Buangdisini kita dapat melihat sebuah langkah yang kreatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah plastik. Tak hanya itu, Buangdisini juga telah melakukan beberapa campaign dengan objektif yang beragam baik bagi lingkungan maupun pemulung. “Campaign saat ini yang berdampak pada pemulung adalah #SelamatkanPemulihBumi yang berlangsung hingga pada tanggal 18 Mei. Hasil dari campaign ini berdampak kepada pemulung berupa APD yang bermanfaat bagi pemulung ketika mereka bekerja.” Jelas Laily. Selain itu, Buangdisini juga pernah mengadakan campaign berjudul “Ce-You Tomorrow” yang bergabung bersama EU In ASEAN untuk menyebar awareness mengenai pemilahan sampah ke masyarakat.

sumber/buangdisini

Dari upaya-upaya kreatif yang telah Buangdisini lakukan untuk menyebarkan dan menaikkan  kesadaran masyarakat akan sampah plastik di Indonesia meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Sebagai startup, Buangdisini pernah unggul terpilih dalam Pitch Battle Competition, memenangkan Inovation Challenge Indonesia, Best Youth Sustainable Project oleh EUINASEAN, terpilih mengikuti pelatihan IFI MASTERCLASS : Fremmepraneur, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, Buangdisini juga aktif dalam sosial media seperti Instagram dan Tiktok yang menyajikan konten-konten edukasi tentang upaya memulihkan bumi dan hidup sehat.

Saat ini menurut Buangdisini, Kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya sebenarnya sudah tinggi. “Namun kesadaran untuk memilah sampah sesuai jenis yang masih rendah. Tidak adanya pemilahan sampah sebenarnya akan memperburuk kualitas sampah dan memperbesar kemungkinan kontaminasi sehingga menyebabkan sampah yang sebenarnya masih bisa daur ulang tidak dapat daur ulang karena kualitasnya yang sudah menurun dan tingkat kontaminasinya sudah tinggi.” Ujar Laily

Gimana? Yuk tukar sampah plastikmu jadi uang!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *