Dunia Semakin Panas, Bahaya!

Teramala.id Sering kali merasa sesak saat bernafas ? Cuaca tidak menentu? atau merasa kepanasan saat beraktivitas diluar ruangan? Ya, perubahan iklim dan pemanasan global adalah masalah serius yang sedang dihadapi dunia saat ini. Perubahan iklim menyebabkan peningkatan suhu rata-rata di seluruh planet, yang dikenal sebagai pemanasan global. Peningkatan suhu ini memiliki berbagai konsekuensi negatif bagi lingkungan, manusia, dan ekosistem.

Beberapa efek dari pemanasan global termasuk pencairan es di kutub, kenaikan permukaan air laut, kekeringan yang lebih sering, cuaca ekstrem seperti badai yang lebih kuat dan banjir yang lebih parah, serta gangguan terhadap keanekaragaman hayati. Seperti hal nya yang suhu di kota surabaya yang berkisar 33-35 derajat di siang hari. menurut Rifki salah satu mahasiswa yang tinggal di Surabaya beberapa hari ini suhu di surabaya terasa panas, “ketika saya dari kosan hingga saya sampai di kampus cuaca di surabaya akhir-akhir ini begitu terasa panas sehingga mengakibatkan saya dan teman-teman yang lain jadi pada malas untuk melakukan kegiatan di luar ruangan”. hal ini di sebabkan oleh pemanasan global. bukan hanya di kota surabaya yang merasakan kenaikan suhu tetapi hampir semua wilayah di indonesia mengalaminya.

Ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap pemanasan global, termasuk emisi pelepasan emisi karbon ke atmosfer bumi. Emisi karbon adalah gas yang keluarkan dari hasil pembakaran senyawa yang mengandung karbon dioksida (CO2), bahan bakar seperti bensin, solar dan gas LPG dan bahan bakar lainnya. Karbon yang dilepaskan ke udara dapat memicu rusaknya atmosfer kita hingga mengakibatkan perubahan iklim seperti pemanasan suhu udara.

Jejak karbon merupakan jumlah emisi CO2  hingga zat-zat rumah kaca yang berhubungan dengan segala jenis aktivitas manusia di muka bumi secara individual maupun kolektif. seperti pembakaran bahan bakar fosil (seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam) untuk transportasi dan pembangkit listrik, serta deforestasi yang mengurangi kemampuan alam dalam menyerap karbon dioksida.

Sementara itu, pemerintah Indonesia terus mengupayakan langkah dalam pengurangan emisi karbon yang biasa disebut dengan net zero carbon pada tahun 2060. langkah tersebut di lakukan melalui beberapa sektor seperti sektor transportasi, bangunan gedung, rumah tangga, energi, serta pembuatan ruang terbuka hijau yang dapat menyerap CO2. Namun upaya tersebut tentu akan sulit tercapai tanpa dibarengi dengan usaha kita untuk  pengurangan emisi dalam kehidupan sehari-hari.

Hal kecil yang dapat kita lakukan untuk mengurangi emisi carbon ke atmosfer ialah seperti :

  • Bijak menggunakan alat transportasi, kendaraan bermotor yang sebagian besar saat ini menggunakan bahan bakar fosil meninggalkan jejak karbon yang tinggi. Semakin banyak kendaraan yang beroperasi maka banyak pula jejak karbon yang dikeluarakan.kita bisa memanfaatkan trasnportasi umum sebagai upaya mengurangi aktivitas kendaraan bermotor, beralih ke kendaraan listrik, atau memperbanyak aktivitas dengan menggunakan jalan kaki atau menaiki sepeda.
  • Penggunaan listrik dengan tepat, penggunaan listrik menjadi salah satu penyumbang karbon yang cukup besar. Mulailah untuk menggunakan energi alam seperti optimalisasi fantilasi hingga penerangan ruangan sebagai ganti peralatan listrik seperti air conditioner (AC) dan lampu. Hal kecil seperti mematikan peralatan listrik saat tidak digunakan juga dapat dilakukan untuk mengurangi emisi dan menghemat biaya tagihan listrik kita.
  • Mengelola sampah dengan baik, banyaknya aktivitas yang dilakukan terutama aktivitas rumah tangga menghasilkan sampah yang tidak sedikit pula. sampah dapat menghasilkan jejak karbon yang cukup besar. Apabila tidak diolah dengan benar maka akan meninggalkan jejak karbon. Apalila diolah dengan benar sampah justru dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar listrik dari kandungan karbon monoksida yang banyak dihasilkan oleh sampah organik. Sementara itu hindari pemusnahan sampah dengan cara dibakar karena akan menghasilkan asap.

kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan juga menjadi kunci dalam mengatasi masalah pemanasan global. Langkah kecil di atas dapat membuat kita terhindar dari kiamat iklim kita sebagai pewaris bumi kepada generasi masa depan harus menjaga bumi ini agar anak cucu kita tidak merasakan yang namanya kiamat iklim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *