Fashioning The Future: Menggagas Kampanye Sustainable Fashion

Teramala.id-(Minggu,25/06/2023) Lakshmee Indonesia berkolaborasi dengan Mera Jajanan mengadakan sebuah campaign soal sustainable fashion yang dilaksanakan di Mera Jajanan yang berlokasi di Kampung Kayutangan Heritage.

Masifnya perilaku konsumtif remaja-remaja sekarang berdampak cukup buruk terhadap kelangsungan lingkungan, salah satu dari perilaku konsumtif tersebut adalah konsumtif soal fashion. Tanpa kita sadari limbah tekstil atau limbah fashion merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar.

Berawal dari hal tersebut Lakshmee Indonesia dan Mera Jajanan berkolaborasi membuat sebuah campaign soal sustainable fashion dengan harapan campaign ini mampu memberikan pemahaman terhadap bahaya kebiasaan fast fashion.

Sustainable fashion sendiri memiliki arti yakni mengurangi dampak negatif industri pakaian yang bisa kita lihat saat ini sangat-sangat memprihatinkan dikarenakan perilaku konsumtif terhadap fashion itu sendiri.

Yudin selaku owner dari Mera Jajanan mengatakan kalau dirinya cukup prihatin kepada remaja-remaja sekarang yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar. “ Banyak anak-anak gen z sekarang tuh kurang unggah-ungguh kepada yang lebih tua, kurang aware kepada lingkungan sekitar, masih banyak yang buang sampah seenaknya. Sopan-santun sudah mulai ditinggalkan dan hal kayak gitu yang bikin saya prihatin. Nah, dengan adanya tawaran kolaborasi dari Lakshmee soal campaign sustainable fashion diharapkan etika remaja zaman sekarang soal foya-foya beli baju mulai ditinggalkan dan ini juga merupakan salah satu tujuan Mera Jajanan ini ada yaitu jadi tempat edukasi” ujar Yudi owner Mera Jajanan.

Mera Jajanan yang menjadi tempat pelaksanaan campaign didekorasi dengan berbagai poster yang berisi seputar pesan-pesan soal etika, cara menerapkan kebiasaan sustainable fashion, perbedaan fast fashion dan slow fashion, serta benefit penerapan slow fashion. Mera Jajanan menjadi lokasi yang dipilih dikarenakan banyak dikunjungi oleh anak-anak remaja yang sedang berkunjung ke Kampung Kayutangan Heritage. Selain dekorasi poster, kegiatan campaign yang dilakukan ialah mewawancarai pengunjung Mera Jajanan soal pemahaman mereka tentang sustainable fashion. Pengunjung akan dimintai menempelkan sebuah stiker ke papan tulis yang berisi pilihan antara slow fashion dan fast fashion, tujuannya ialah untuk mencari tahu apakah pengunjung dari Mera Jajanan memahami cara menerapakan kebiasaan sustainable fashion.

“Adanya campaign ini Lakhsmee berharap agar kesadaran orang mengenai sustainable fashion meningkat dan mulai menghindari membeli pakaian yang bersifat fast fashion.” ujar Levita Damaika owner dari Lakshmee Indonesia.

Campaign ini sendiri berlangsung selama lima hari dengan target per harinya ada sekitar tiga puluh orang pengunjung Mera Jajanan yang diwawancarai, serta nantinya setelah campaign berlangsung ada beberapa konten yang akan diunggah di sosial media dari Lakshmee Indonesia dan Mera Jajanan dengan tujuan penyampaian pesan campaign dapat maksimal menjangkau khalayak yang lebih luas lagi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *