Idul Fitri 1444 H, Momentum Kemenangan dan Kesadaran Lingkungan

Teramala.id-Momen Lebaran merupakan momen yang sangat ditunggu – tunggu terutama untuk umat muslim di seluruh penjuru dunia. Namun, Lebaran yang kita rayakan memiliki satu kebiasaan buruk yang justru belum berubah ketika menyambut Lebaran. Yakni tidak kunjung kapoknya merayakan Lebaran dengan cara yang malah merusak lingkungan. Misalnya pesta kembang api saat malam takbir, menggunakan barang-barang sekali pakai saat silaturahmi, memproduksi makanan dan minuman secara berlebih, hingga menumpuk polusi saat mudik atau liburan. Jika kita sadari, terdapat beberapa hal unik dalam momen lebaran yang ramah lingkungan. Lebaran memberi kita pelajaran untuk tetap sederhana dan tidak berlebihan meski dalam momen kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Penggunaan kemasan plastik selama momen idul fitri dalam pembelian makanan dan minuman ini dapat menjadi masalah besar karena sulit terurai di alam. Oleh karena itu, masyarakat dapat mempertimbangkan penggunaan bahan kemasan yang ramah lingkungan seperti kertas atau daun pisang. Selain itu, masyarakat juga dapat membawa wadah sendiri ketika membeli makanan dan minuman di luar.

Menurut Plastik Detox, meskipun harus mengeluarkan usaha lebih, namun upaya yang dikeluarkan akan setimpal dengan dampak yang diberikan oleh lingkungan kepada kita.

“Manusia merupakan makhluk sosial yang meneruskan spesiesnya, salah satunya melalui budaya. Apabila kita bisa menerapkan budaya minim plastik, kita menjadi manusia berbudaya yang sadar akan tanggung jawab melestarikan spesiesnya,” kata Luh De Dwi Jayanthi, Manager Plastik Detox, dikutip dari Mongabay Indonesia.

Islam mengajarkan kita untuk menjadi lebih baik saat lebaran tiba, Islam juga mengajarkan bahwa lebaran merupakan titik kemenangan yang suci dan fitrah dimana setiap umatnya akan mendapat ampunan, rahmat, dan hidayah setelah beribadah sebulan penuh saat bulan Ramadhan. Merayakan lebaran dengan meriah namun tetap berupaya untuk menjaga lingkungan bumi sebagai tempat beribadah, tempat hidup dan tempat manusia berpijak. Selama lebaran masyarakat dapat meminimalkan dampak buruk lingkungan dengan cara mendaur ulang sampah. Sebelum membuang sampah, pastikan untuk memilahnya terlebih dahulu. Sampah organik dapat digunakan sebagai pupuk dan sampah non-organik seperti kertas dan plastik dapat didaur ulang. Dengan cara ini, dapat mengurangi produksi sampah dan membantu menjaga kebersihan lingkungan.

Kemudian, saat lebaran tiba, banyak orang melakukan perjalanan jauh untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat. Hal ini dapat memicu meningkatnya polusi udara karena banyaknya kendaraan yang digunakan untuk perjalanan tersebut. Masyarakat dapat mempertimbangkan alternatif transportasi seperti menggunakan kendaraan umum seperti kereta api, pesawat, bus, atau angkutan umum. Selain itu, kendaraan dengan emisi rendah menjadi alternatif lain untuk perjalanan jauh. Produksi makanan yang lebih banyak dari biasanya saat lebaran namun pemborosan terjadi jika makanan yang tidak habis dimakan dibuang. Oleh karena itu, masyarakat dapat membeli dan menyiapkan makanan dengan bijak. Jika masih ada makanan yang tersisa, bisa disimpan untuk dikonsumsi pada waktu berikutnya atau dibagikan kepada orang yang membutuhkan.

Lebaran memang sudah berlalu dan kita masih melaluinya dengan kebiasan yang kurang ramah terhadap lingkungan. Tetapi sebagaimana bayi yang telah disucikan, kita bisa mulai kembali dari nol. Di mana setiap upaya-upaya menjaga kesucian lingkungan, bisa kembali diterapkan sejak hari ini hingga Lebaran dan hari-hari yang akan datang. Mari bersama-sama berefleksi. Mari berkelakuan baik untuk bumi, demi kemenangan sejati bagi kita semua, yang semoga akan benar-benar mendapat rahmat dan anugerah dari Tuhan. dibalik semaraknya lebaran, seharusnya dirayakan dengan kegiatan baik dan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Kita perlu mencegah dampak tersebut agar aktivitas berlebaran bisa sesuai dengan tujuan aslinya, yaitu kembali ke fitrah atau kesucian.

Penulis : Hafiz Aqmal Djibran

Editor : Admin Teramala.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *