Inovatif, Pemanfaatan Limbah Udang Menjadi Penyedap Rasa Oleh Mahasiswa UMM

Teramala.id Limbah adalah materi sisa atau tidak diinginkan yang dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia, seperti industri, pertanian, rumah tangga, atau proses produksi lainnya. Limbah dapat berupa padat, cair, atau gas, dan dapat mengandung zat-zat berbahaya atau berpotensi mencemari lingkungan.

Limbah udang merujuk pada sisa atau produk sampingan yang dihasilkan selama proses pengolahan udang atau aktivitas yang melibatkan udang. Limbah udang dapat bervariasi, termasuk kulit udang, kepala, cangkang, ekor, dan serangga udang yang tidak digunakan dalam produk makanan atau diolah lebih lanjut.Meskipun limbah udang pada awalnya dianggap sebagai produk sampingan yang tidak berguna, saat ini ada berbagai upaya untuk memanfaatkannya secara lebih efektif.

Pencemaran limbah udang terjadi ketika sisa-sisa limbah udang atau produk sampingan dari industri udang dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan yang memadai. Limbah udang mengandung berbagai zat organik dan anorganik yang dapat mencemari perairan dan mengganggu ekosistem alami. Berikut adalah beberapa aspek pencemaran limbah udang yang perlu diperhatikan:

  1. Pencemaran air: Limbah udang yang dibuang ke perairan dapat mengandung bahan organik seperti protein, karbohidrat, dan lemak. Ketika terdekomposisi oleh bakteri, limbah ini dapat menghasilkan senyawa nitrogen dan fosfor yang tinggi, menyebabkan pertumbuhan alga yang berlebihan. Pertumbuhan alga yang berlebihan atau eutrofikasi dapat mengakibatkan penurunan kadar oksigen di perairan dan berdampak negatif pada kehidupan organisme akuatik.
  2. Kerusakan ekosistem: Limbah udang yang mencemari perairan juga dapat merusak ekosistem alami. Peningkatan nutrien di perairan dapat menyebabkan pergeseran komunitas organisme, penurunan keanekaragaman hayati, dan bahkan kematian massal ikan dan invertebrata lainnya.
  3. Toksisitas: Limbah udang mengandung bahan-bahan kimia seperti logam berat dan pestisida yang digunakan dalam budidaya udang. Pemaparan jangka panjang terhadap limbah ini dapat memiliki efek toksik pada organisme akuatik dan juga dapat berdampak buruk pada manusia jika memasuki rantai makanan.
  4. Gangguan pada pesisir: Pabrik pengolahan udang seringkali menghasilkan limbah padat seperti kulit udang, cangkang, dan bagian tubuh yang tidak digunakan. Limbah padat ini seringkali dibuang di pesisir, yang dapat menyebabkan pencemaran visual dan bau yang tidak menyenangkan serta mengganggu kehidupan masyarakat setempat.

Maka dari itu mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berinovasi memanfaatkan limbah udang menjadi bahan masakan yaitu sebagai penyedap rasa. Dan ide ini pun berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi, Riset dan Tèknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek RI.

Sumber : Malangkota.go.id ( inilah wajah empat mahasiswa UMM yang mengubah limbah udang menjadi penyedap rasa)

Di lansir dari malangkota.go.id, ketua tim, Rezatullah menjelaskan bahwa inovasi ini menjadi upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan serta menambah nilai limbah karena diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. “Jadi limbahnya diubah menjadi shrimp flavour atau penyedap rasa. Limbah udang itu diperoleh dari proses industri udang. Meliputi bagian-bagian tubuh udang yang tak terpakai seperti kepala, kulit, dan ekor. Tiga bagian ini biasanya dibuang begitu saja oleh pihak industri, Dimulai dengan mengumpulkan limbah udang terlebih dahulu Kemudian limbah yang terdiri dari kulit, kepala, dan ekor udang itu dihaluskan dengan menggunakan mesin sehingga menghasilkan serbuk halus Setelah itu, serbuk tersebut dicampur dengan bumbu dapur dan rempah-rempah, Lalu campuran bahan tersebut dikeringkan dan pada akhirnya dikemas dan siap digunakan, Kami saat ini juga tengah merintis usaha ini agar bisa digunakan masyarakat luas, ujarnya”.

Inovasi ini pun berhasil atas kerja sama Reza dan ketiga temannya dan juga di diskusikan dengan dosen pembimbing mereka yakni Setyo Wahyu S, SE, ME. usaha ini pun akan di kembangkan sehingga bisa di gunakan oleh semua masyrakat khususnya masyarakat kota malang sehingga bisa memproduksi dengan jumlah yang besar dan juga butuh dukungan dari pihak kampus guna memfasilitasi ide yang sangat bermanfaat ini.

Pemanfaatan limbah udang ini juga membantu mengurangi limbah dan dampak lingkungan negatif yang terkait dengan pengolahan udang. Selain itu, ini juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi dengan mengubah limbah menjadi produk yang bernilai. Namun, perlu diingat bahwa pengolahan limbah udang harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan kelayakan produk yang dihasilkan dan memastikan tidak ada dampak negatif lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *