Jangan Anggap Remeh Limbah Minyak Jelantah

Teramala.id-Minyak goreng ialah salah satu bahan rumah tangga yang sangat sering kita jumpai. Minyak goreng yang setelah beberapa kali di gunakan untuk memasak akan berubah warna menjadi kehitaman dan tidak layak pakai atau disebut minyak jelantah. Setelah itu, sering kali minyak goreng akan di buang sembarangan ke wastafel atau saluran pembuangan secara sembarangan. Sayangnya, sebagian besar masyarakat Indonesia masih tidak menyadari dampak buruk yang di sebabkan oleh pembuangan minyak jelantah ke dalam saluran air. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia masih kurang teredukasi Ketika minyak jelantah di buang ke dalam saluran air atau sembarangan. Jika dilakukan secara terus menerus dapat menyebabkan masalah serius pada saluran air, sistem sanitasi, serta  beberapa dampak negatif terhadap lingkungan.

Salah satu bahaya utama penyebab dari pembuangan minyak jelantah secara sembarangan adalah penyumbatan saluran air. Minyak jelantah cenderung membeku atau mengeras ketika terpapar udara atau air dingin. Ketika minyak jelantah di buang ke dalam saluran air, lama kelamaan minyak tersebut akan mengendap dan membentuk lapisan tebal di dalam saluran air. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan yang menghambat aliran air, bahkan dapat sepenuhnya menyumbat saluran air. Penyumbatan ini dapat mengakibatkan genangan air.

Minyak jelantah yang mencapai lingkungan alami melalui saluran air dapat menyebabkan dampak yang merugikan. Ketika minyak jelantah mencapai sungai, danau, atau laut, ia membentuk lapisan tipis di permukaan air. Lapisan ini menghambat penetrasi sinar matahari ke dalam air, sehingga mengganggu proses fotosintesis pada tanaman air dan mengurangi kadar oksigen di dalam air. Hal ini dapat menyebabkan kematian organisme hidup di dalam air dan merusak ekosistem perairan. Selain itu, minyak jelantah juga mengandung zat-zat beracun yang dapat merusak kehidupan akuatik.

Pembuangan minyak jelantah ke saluran air juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem sanitasi. Minyak jelantah yang masuk ke dalam sistem sanitasi dapat menyebabkan penyumbatan pada pipa pembuangan air limbah dan menyebabkan gangguan pada sistem pengolahan air limbah. Hal ini dapat mengakibatkan masalah sanitasi di area sekitarnya dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit melalui air yang terkontaminasi.

Tidak hanya itu saja, minyak jelantah yang tercemar pada tanah dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan merusak kesuburan tanah. Minyak jelantah dapat membentuk lapisan yang menghalangi aerasi dan drainase tanah, serta menghambat penyerapan air dan nutrisi oleh tanaman. Akibatnya, produktivitas tanah dapat menurun, dan tanaman dapat mati atau mengalami pertumbuhan yang buruk. Organisme tanah yang seperti bakteri, jamur, dan cacing tanah memiliki peran penting dalam pengurai limbah organik, siklus nutrisi, dan peningkatan kualitas tanah. Maka dari itu, pencemaran tanah oleh minyak jelantah dapat menghancurkan populasi organisme ini dan mengganggu keseimbangan ekosistem tanah.

Namun jika minyak jelantah juga ada manfaatnya jika di kelola dengan baik.  Minyak jelantah bekas penggorengan dapat di olah menjadi produk ritel seperti sabun, deterjen, atau produk perawatan kulit. Proses pengolahan melibatkan pemisahan minyak jelantah menjadi asam lemak dan gliserol, yang kemudian dapat di gunakan dalam pembuatan produk-produk perawatan pribadi atau rumah tangga.

Pengumpulan minyak jelantah (BMJ Kota Malang)

Di Kota Malang sendiri terdapat Berkah Minyak Jelantah(BMJ) yaitu badan usaha yang menjadi pengepul minyak jelantah, BMJ sendiri mulai beroperasi sejak pertengahan tahun 2020. Rizka Hasanatul Azizah selaku founder BMJ terus berusaha mengampanyekan kegiatannya kepada masyarakat Malang, dengan mengumpulkan dan membeli minyak bekas seharga Rp 3.000 perliternya.

”Sempat dulu dapat omongan, halah minyak jelantah masak bisa dijual lagi,” Ujarnya.

Pada tahun 2021 menabung minyak jelantah masih terus di galakkan, terdapat 50 koordinator yang beroperasi di setiap wilayah yang masing-masing membawahi puluhan nasabah. BMJ masih terus beroperasi sampai sekarang untuk terus menyadarkan masyarakat bahwa minyak jelantah bisa menjadi nilai ekonomi dan jika tidak di olah dengan baik atau di buang sembarangan akan menimbulkan dampak yang buruk bagi diri sendiri atau lingkungan sekitar.

“Saya harap masyarakat sadar kalau minyak jelantah itu bisa jadi awal biang kerusakan lingkungan hingga tubuh,” Tutur Rizka. dalam liputannya bersama radarmalang.jawapos.com

Penting untuk mencari alternatif pengolahan minyak jelantah yang ramah lingkungan dan sesuai dengan peraturan dan kebijakan lingkungan setempat. Daur ulang minyak jelantah atau penggunaan fasilitas pengolahan yang memiliki sistem pengelolaan limbah yang tepat dapat membantu memanfaatkan kembali sumber daya dan mengurangi dampak negatif pada lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *