Langkah Universitas Muhammadiyah Malang Mewujudkan Kemandirian Energi Terbarukan

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro UMM

Teramala.id-Cita-cita Universitas Muhammadiyah Malang untuk mewujudkan kemandirian energi dengan energi terbarukan ternyata bukan hanya isapan jempol belaka. Bersama Kementerian ESDM RI langkah progresif itu dibuktikan Universitas Muhammadiyah Malang dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya energi terbarukan, UMM telah memilih metode yang ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan listrik kampus. Dengan mengandalkan potensi aliran air yang melintasi kampus, universitas ini telah berhasil mengintegrasikan pembangkit listrik mikrohidro yang inovatif.

Dalam proyek ini, UMM memanfaatkan sungai kecil yang melewati kawasan kampus sebagai sumber energi utama. Melalui instalasi penstock dengan diameter 70 CM, panjang 57 M dan turbin air yang canggih yang diletakkan didalam tanah dengan kemiringan 40o, energi kinetik air diubah menjadi energi listrik sebesar 100 KW dan 70 KW disaat musim kemarau.

Sistem kontrol yang terintegrasi memastikan kinerja optimal dari pembangkit listrik mikrohidro ini, sehingga memberikan pasokan listrik yang stabil dan andal untuk memenuhi kebutuhan energi listrik sebagian gedung perkuliahan dan perkantoran.

Salah satu keunggulan proyek ini adalah penekanan pada penggunaan energi terbarukan yang bersih. Dengan mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi yang terbatas, UMM telah mengambil langkah berarti dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Selain manfaat lingkungan yang signifikan, penggunaan pembangkit listrik tenaga mikrohidro oleh UMM juga membawa manfaat dalam pendidikan.

Sebagai lembaga pendidikan, UMM telah menciptakan kesempatan untuk mengintegrasikan teknologi energi terbarukan ke dalam kurikulum, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang solusi berkelanjutan dan memberdayakan para mahasiswa terlibat dalam pengembangan energi hijau. Selain lingkungan kampus, Universitas Muhammadiyah Malang juga membangun PLTMH di Sumber Maron, Kec. Pagelaran dan Boon Pring, Kec. Turen. Pembangunan PLTMH luar kampus ini sebagai bentuk pengabdian Universitas Muhammdiyah Malang kepada masyarakat terutama pada bidang energi terbarukan.

Karena pencapaian ini Universitas Muhammadiyah Malang telah memperoleh penghargaan ASEAN Energy Awards dalam Kompetisi Manajemen Proyek Energi Terbarukan tingkat ASEAN (ASEAN Renewable Energy Project Management Competition). Selain itu menjadi kampus pertama yang menggunakan PLTMH atau energi terbarukan untuk memasok kebutuhan energi listrik kampus. Berharap bahwa keberhasilan UMM dalam menerapkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro ini akan menjadi contoh inspiratif bagi universitas lainnya di Indonesia. Langkah inovatif ini bukan hanya sebagai kontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga sebagai langkah konkret menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan energi mandiri. Langkah ini juga membuktikan komitmen Universitas Muhammadiyah Malang untuk menjadi pelopor dalam mengadopsi teknologi terbarukan. Mendorong kesadaran akan energi hijau dan menginspirasi generasi mendatang untuk mengambil bagian dalam transformasi energi yang lebih berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *