Mengelola Air Limbah Menggunakan IPAL

Teramala.id-IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) adalah sistem yang di rancang untuk mengolah air limbah sehingga dapat di buang ke lingkungan dengan aman dan sesuai dengan standar yang di tetapkan. Pengertian IPAL melibatkan serangkaian proses fisik, kimia, dan biologi yang bertujuan untuk menghilangkan kontaminan dan polutan yang terkandung dalam air limbah sebelum di lepaskan ke lingkungan. IPAL merupakan komponen penting dalam manajemen limbah, terutama di perkotaan dan industri, di mana volume air limbah yang di hasilkan sangat besar dan berpotensi mencemari lingkungan jika tidak di olah dengan baik. Tujuan utama IPAL adalah untuk melindungi kualitas air di sungai, danau, dan laut, serta menjaga kesehatan masyarakat dan ekosistem yang tergantung pada sumber daya air tersebut. IPAL umumnya terdiri dari beberapa unit proses, yang meliputi pengolahan awal, pengolahan primer, pengolahan sekunder, dan pengolahan tersier. Pengolahan awal melibatkan pengumpulan dan pemisahan limbah padat dan bahan-bahan non-air dari air limbah. Pengolahan primer biasanya melibatkan penggunaan pengendapan atau pengayakan untuk menghilangkan bahan padat dan partikel tersuspensi yang lebih besar.

Setelah melalui proses pengolahan primer, air limbah akan melewati unit pengolahan sekunder. Pengolahan sekunder merupakan proses biologis di mana mikroorganisme secara alami menguraikan zat organik yang terkandung dalam air limbah. Proses ini biasanya melibatkan penggunaan bakteri dan protozoa yang menguraikan bahan organik menjadi senyawa yang lebih sederhana, seperti karbon dioksida dan air. Beberapa metode yang umum digunakan dalam pengolahan sekunder termasuk sistem lumpur aktif, sistem tanaman perawatan air limbah, dan proses filtrasi. Pengolahan tersier adalah tahap akhir dalam pengolahan air limbah, yang bertujuan untuk menghilangkan kontaminan yang tersisa setelah pengolahan sekunder.

sumber : istimewa

Metode yang umum di gunakan dalam pengolahan tersier meliputi proses filtrasi lanjutan, penggunaan bahan kimia untuk mengendapkan zat-zat yang tersisa, serta penggunaan teknologi canggih seperti proses ozonisasi atau penggunaan sinar ultraviolet untuk membunuh mikroorganisme patogen. Selain proses fisik, kimia, dan biologi, pengertian IPAL juga mencakup pengoperasian dan pemeliharaan yang baik. Pengoperasian yang baik melibatkan pemantauan secara teratur terhadap kinerja IPAL, termasuk pemantauan kualitas air limbah masuk dan keluar, pemantauan tingkat pencemaran, serta pengaturan dan pengontrolan aliran air limbah yang masuk ke IPAL. Pemeliharaan yang baik melibatkan perawatan rutin, perbaikan, dan pembersihan peralatan serta sistem dalam IPAL untuk memastikan efisiensi dan kinerja yang optimal.

Pengertian IPAL juga mencakup prinsip-prinsip berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selain mengolah air limbah, IPAL juga dapat memanfaatkan sisa-sisa limbah untuk digunakan sebagai sumber energi atau bahan baku lainnya. Contohnya, gas metana yang dihasilkan dari proses pengolahan dapat dikumpulkan dan digunakan sebagai sumber energi alternatif. Secara keseluruhan, IPAL adalah sistem yang kompleks dan penting dalam pengelolaan air limbah. Dengan mengolah air limbah secara efektif dan efisien, IPAL dapat menjaga keberlanjutan lingkungan, melindungi kualitas air, dan mendukung kehidupan yang sehat bagi masyarakat. Pengertian IPAL mencakup proses pengolahan fisik, kimia, dan biologi, pengoperasian dan pemeliharaan yang baik, serta prinsip-prinsip berkelanjutan dan ramah lingkungan.

sumber : istimewa

Dan pada tahun 2014 rt 05 Sambiarum memiliki IPAL sendiri, di tahun 2013 tahap awal pengerjaan IPAL sendiri. Pada tahun 2014 pertengahan rt 05 Sambiarum mendapatkan bantuan dari PLN yang di beri nama CSR PLN berupa uang untuk di bangun menjadi IPAL tersebut yang di mana nantinya hasil dari IPAL dapat di gunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Salah satunya untuk menyiram tanaman dan di gunakan untuk tanaman hydroponik dan aquaponik buatan masyarakat sekitar.

Dikutip melalui seorang aktivis lingkungan dan juga mantan kepala rt 05 Sambiarum Wahyu Oktorianto sistem dari pengelolahan air limbah menggunakan IPAL sendiri yaitu mengambil dari air selokan yang notabendnya air kotor terus secara gravitasi kita masukkan kedalam 3 tandon yang ada tingkatannya tersendiri. Tandon pertama yaitu tandon yang mana berisikan benar-benar air keruh, di tandon pertama di tandai dengan warna merah yaitu air yang paling kotor kemudian dari sana medianya pertama kali menggunakan ijuk kemudian media pasir. Dan di tandon pertama ini di bagi menjadi dua, pertama kali masuk air kotor dan keruh di filter menggunakan ijuk dan pasir.

Kemudian masuk secara kapiler kedalam tandon yang sekatan kedua, kemudian masuk kedalam tandon yang ke dua. Di tandon yang kedua pun di bagi menjadi dua bagian yang bagian pertama di masukkan batu ziolit kemudian sekatan yang kedua di masukkan biobol. Dan di tandon yang kedua ini di tandai dengan warna kuning. Dan pada tandon yang ketiga di beri tanda warna biru tetap di sekat menjadi dua tetapi tidak ada media dan di keramik bersih semuanya sehingga ketika masuk pada tandon yang ketiga si air limbah ini sudah mendekati bersih. Kemudian di tarik melalui pompa setelah pompa ada filter catridge berjumlah tiga setelah itu masuk kedalam tandon atas. Ada dua tandon atas yang mana tandon tersebut dia memiliki media carbon aktif kemudian melalui pengendapan. Baru kemudian di supply ke semua warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *