Mikroplastik, Si Kecil Yang Berbahaya

Teramala.id-Mikroplastik telah menjadi topik yang semakin mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Ini adalah fragmen kecil plastik dengan ukuran kurang dari 5 milimeter di berbagai lingkungan, mulai dari samudera hingga perairan tawar, tanah, udara bahkan pada air mineral dalam kemasan dan air asi ibu menyusui. Ada dua jenis sumber mikroplastik, yaitu sumber primer berasal dari limbah industri dan kosmetik yang langsung membentuk fragmen-fragmen kecil yang di sebut mikroplastik dan sumber sekunder yang berasal dari sampah plastik yang terdegradasi oleh alam atau secara sengaja melalui pembakaran sampah plastik. Plastik yang tidak terurai dengan sempurna, fragmen kecil ini dapat masuk ke sistem perairan melalui pembuangan limbah industri, limbah domestik, dan pembuangan sampah yang tidak tepat kemudian menyebar hingga ke banyak tempat hingga didalam tubuh manusia.

Kenapa berbahaya?

          Karena penyebaran yang sangat mudah mikroplastik bisa tersebar di mana saja mulai dari biota-biota air seperti ikan laut, ikan air tawar, hewan-hewan ternak dan tumbuhan yang biasa kita konsumsi, mikroplastik yang sudah tersebar ini kemudian masuk kedalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi kemudian mengendap di dalam jaringan-jaringan tubuh dan menganggu kesehatan manusia.

“Mikroplastik efeknya tidak instan seperti kita terkena api, efek dari mikroplastik sifatnya bio akumulasi, mikroplastik akan menumpuk terlebih dahulu pada tubuh dan akan menyebabkan penyakit berbahaya di kemudian hari seperti kanker.” Jelas Rafika Kepala Laboratorium Ecoton.

Lebih lanjut Rafika juga menjelaskan selain berbahaya bagi tubuh manusia, mikroplastik juga berbahaya bagi biota air di sungai, dalam penelitiannya di tahun 2018 di bantaran sungai-sungai di Jawa Timur membuktikan kandungan kimia mikroplastik yang menjangkit tubuh ikan menyebabkan kelainan pada sistem reproduksi ikan di sungai, karena struktur kimia Bhispenol dan Pthlates mempengaruhi hormon pada ikan yang menyebabkan kebanyakan ikan menjadi intersex, minim reproduksi dan akhirnya mengurangi populasi ikan di sungai.

Apa yang bisa kita lakukan?

         Di zaman sekarang manusia sudah tidak bisa lepas dari plastik, hampir segala aspek kehidupan manusia tahun 2019, Indonesia menyumbang 3,21 juta metrik ton per tahun sampah plastik ke lautan dan angka ini akan meningkat seiring dengan naiknya produksi plastik. Tahun 2014, produksi plastik meningkat hingga 20 kali lipat menjadi sekitar 300 juta ton. Kondisi ini akan membuat perbandingan ikan di laut dengan sampah plastik menjadi 1 banding 3 pada tahun 2025. Angka sebesar itu pasti memperparah penyebaran mikroplastik dan memang belum ada cara efektif untuk menanggulangi mikroplastik, “Kita hanya bisa menyetop dari sumbernya, Ecoton selalu berusaha untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai.” Ujar Sofy aktifis lingkungan Ecoton.

Mikroplastik merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Untuk melindungi diri kita dan menjaga kelestarian alam, penting bagi kita untuk mengurangi penggunaan plastik dan mengambil tindakan yang di perlukan mengatasi mikroplastik. Langkah-langkah preventif yang di ambil secara kolektif dapat membantu mengurangi penyebaran mikroplastik dan melindungi dunia kita dari bahaya yang di timbulkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *