Warning!, Polusi dalam Ruangan (Rumah)

Teramala.id Polusi udara merujuk pada kondisi ketika udara di lingkungan sekitar tercemar oleh bahan-bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem. Polusi udara bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk aktivitas manusia dan alam. Paparan polusi udara tak selalu berasal dari luar, tapi juga dalam ruangan (rumah). Bahkan bisa berdampak lebih besar. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat menyebut tingkat polusi udara di dalam ruangan (rumah) bisa jadi 100 kali lebih tinggi dari polutan yang ada di luar.

Menurut WHO, terdapat 4 juta kematian setiap tahunnya yang disebabkan oleh polusi di dalam ruangan (rumah) dan tidak mengenal usia. Polusi dalam ruangan, merujuk pada kontaminan yang terdapat di udara di dalam ruangan (rumah) yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Polusi dalam ruangan(rumah) dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk bahan kimia, partikel, dan gas yang dilepaskan oleh aktivitas manusia dan benda-benda di dalam ruangan (rumah). Beberapa contoh polutan yang umum di dalam ruangan (rumah) meliputi:

  • Asap Rokok: Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia beracun, termasuk karbon monoksida, formaldehida, dan zat-zat karsinogenik. Paparan terus-menerus terhadap asap rokok di dalam ruangan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit pernapasan, masalah jantung, dan kanker.
  • Bahan Kimia Rumah Tangga: Bahan pembersih, pewangi udara, cat, dan produk-produk rumah tangga lainnya dapat mengandung senyawa kimia yang dapat menguap ke udara. Beberapa senyawa ini, seperti benzene, formaldehida, dan toluene, dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, serta masalah pernapasan jika terpapar dalam jangka panjang.
  • Debu dan Serbuk: Debu, serbuk, dan partikel-partikel kecil lainnya dapat terkandung dalam udara di dalam ruangan. Partikel-partikel ini dapat berasal dari sumber eksternal, seperti polusi udara luar, atau berasal dari aktivitas di dalam ruangan, seperti penggunaan tungku kayu, pengering pakaian, atau kegiatan konstruksi. Partikel-partikel ini dapat memicu alergi, menyebabkan iritasi saluran pernapasan, dan mengganggu kualitas udara di dalam ruangan.
  • Asap Masak dan Karbon Monoksida: Asap yang dihasilkan saat memasak dengan menggunakan kompor gas atau kayu dapat mengandung partikel dan gas beracun. Paparan jangka panjang terhadap asap masak dan karbon monoksida dapat menyebabkan masalah pernapasan dan meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.
  • Asap Pembakaran: Jika ada perapian, tungku, atau peralatan lain yang menggunakan bahan bakar fosil di dalam ruangan yang tidak memiliki ventilasi yang memadai, asap pembakaran dapat menjadi masalah serius. Asap ini mengandung karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan partikel-partikel kecil yang dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, masalah pernapasan, dan bahkan keracunan jika terpapar dalam jumlah yang cukup tinggi.
Merokok dalam ruangan dapat menimbulkan polusi udara dalam ruangan

Untuk mengurangi polusi dalam ruangan (rumah), ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

  1. Ventilasi yang baik: Pastikan rumah Anda memiliki ventilasi yang cukup baik untuk mengurangi konsentrasi polutan dalam udara dalam ruangan. Buka jendela secara teratur untuk membiarkan udara segar masuk ke dalam rumah. Anda juga dapat menggunakan kipas atau sistem ventilasi untuk membantu sirkulasi udara.
  2. Gunakan alat penyaring udara (air purifier): Air purifier atau penyaring udara adalah alat yang membantu menghilangkan partikel-partikel polutan dari udara dalam ruangan. Pilih air purifier yang sesuai dengan kebutuhan ruangan Anda, dan pastikan untuk membersihkan atau mengganti filter secara teratur sesuai petunjuk produsen.
  3. Kurangi penggunaan bahan kimia berbahaya: Beberapa produk rumah tangga seperti pembersih, pewangi udara, dan cat mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari udara dalam ruangan. Gunakan produk ramah lingkungan yang lebih aman dan baca label produk untuk mengetahui kandungan bahan kimia yang ada.
  4. Perhatikan sumber polusi dalam rumah: Identifikasi sumber polusi dalam rumah seperti asap rokok, gas alam, gas dapur, atau sumber polutan lainnya. Upayakan untuk mengurangi atau menghilangkan sumber polusi tersebut, misalnya dengan melarang merokok di dalam rumah atau memperbaiki sistem ventilasi untuk mengurangi paparan gas berbahaya.
  5. Jaga kebersihan rumah: Membersihkan rumah secara rutin dapat membantu mengurangi polutan dalam udara dalam ruangan. Bersihkan debu, kotoran, dan bulu binatang peliharaan secara teratur untuk mencegah penumpukan dan penyebaran partikel polutan.
  6. Gunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan: Beberapa bahan bangunan seperti cat, karpet, atau lantai kayu dapat mengeluarkan bahan kimia berbahaya ke udara dalam ruangan. Saat memilih bahan bangunan, pilihlah yang ramah lingkungan dan bebas dari bahan kimia berbahaya.
  7. Tanam tanaman dalam ruangan: Beberapa tanaman indoor seperti lidah mertua, tanaman palem, atau anggrek dapat membantu membersihkan udara dalam ruangan dengan menyerap beberapa polutan. Selain itu, tanaman juga dapat meningkatkan kelembaban udara dan menciptakan suasana yang lebih segar.
  8. Kurangi penggunaan bahan bakar fosil: Jika memungkinkan, beralihlah ke sumber energi yang lebih bersih seperti listrik terbarukan atau energi matahari. Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak, gas, atau batu bara dapat menghasilkan polutan udara dalam rumah.
Meletakan beberapa tanaman di dalam ruangan juga bisa meningkatakan kelembaban udara

Upaya kolaboratif dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting dalam mengatasi masalah polusi udara dan menjaga kualitas udara yang lebih baik untuk kesehatan dan keberlanjutan lingkungan. Dan penting juga Menerapkan langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi polusi udara dalam ruangan (rumah) Anda dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk Anda dan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *